Senin, 24 Maret 2014

Our Distance (Part 5)


I'm sorry...maybe it's You Yesterday




"Waduh,apa artinya ini?aku harus berbuat apa?tapi aku tersadar juga, aku harus mengungkapkan apa yang ada di dalam otak dan dada ku. Karena aku tahu semua cinta itu harus di ungkapkan, tidak ada cinta yang tidak di ungkapkan,kecuali oleh orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.

Iyaa benar, aku harus melakukannya, aku akan mengatakannya......"

Ini adalah Kisah Rumit, yang sedang aku coba untuk menjabarkannya, mengungkapkannya, dalam bentuk bait-bait paragraf sederhana.



Jika sedang diam, terkadang aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, Betapa bodohnya aku ketika itu. aku merelakan diriku sendiri sebagai Pelarian Cinta Orang lain... aku mengatakan "tidak apa yang penting aku bisa melihat orang lain bahagia" padahal jika di pikir lebih lanjut, aku sedang mengajarkan padanya untuk menghindar pada "Rasa sakit" dan melampiaskannya pada orang lain, iyaa..aku yang menjadi pelampiasannya.

Selain itu...aku membiarkan diriku sendiri, terlihat Bodoh secara maksimal di depan yang bahkan itu adalah seorang WANITA ! lucu sekali... tapi setiap kali aku mengingatnya, selalu ada senyum kecil yang terbentuk, dari sepenggal perjalanan yang bagiku menjadi awal dari serpihan-serpihan Rasa "itu" untuk nya sampai detik ini.

semua orang sering berkata, bahwa aku adalah seorang laki-laki yang selalu dekat dengan semua wanita. mungkin itu benar... dan lagi aku memang merasakannya. tapi satu hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya adalah aku berhasil menarik sebuah perhatian dari teman perempuan ku yang sebelumnya sama sekali tidak pernah dekat. dekat ? kenal aja enggak! tapi itu lah kenyataannya.

aku tidak pernah merasakannya, aku terlalu enjoy, dengan segala Banyolan ku ketika itu. dengan segala Ke-humorisan ku yang ternyata hal itu lah yang membuat ku Jatuh terjerembab dalam perasaan yang amat sangat dalam saat ini.

ada kisah yang menarik, lebih tepatnya "(Juga) Kisah Bodoh" aku mengenal sebuah perempuan, dari teman sekelas ku Shinta, ia bernama Niam. entah bagaimana detailnya dulu yang pasti kami semakin dekat hanya dengan melalui percakapn kami melalui "message Facebook" ketika itu, lalu berlanjut untuk SMS dan sebagainya. 

entah apa yang ada dibenakku, aku dan dia memutuskan untuk membuat status bersama sebagai "In Relationship" dalam facebook. tapi jujur... ini hanya pura-pura.yaa... ini hanya dalam facebook tapi pada kenyataannya, tidak sama sekali ! aku dan niam tidak ada hubungan apa pun. kalian tahu ? bahkan aku dan Niam belum pernah bertemu sekalipun.

Aku tidak berpikir panjang mungkin ketika itu, Niam baru saja putus dengan kekasih sebelumnya, dan belum lama berselang kami membuat sebuah hubungan PartnerShip. bagaimana jika Niam menaruh harapan pada ku,? bagaimana jika Niam... Tiba-tiba ingin menemuiku, ? lalu Bagaimana Jika Niam, ingin menjadi Pacar kuuu ??? wkwkwk aku tidak bisa membayangkan ! entah lah... aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu ketika itu. baru kali ini aja kepikiran XDD~

Ketika itu aku belum menyadari sepertinya, bahwa secara perlahan-lahan aku sedang menyakiti orang lain. dengan semua tindakan ku sebelumnya. Orang yang selama ini mencintaiku, menaruh harapan pada ku Dalam DIAM. 

selama ini aku seakan seperti sedang melanglang buana mempermainkan perasaan, hati dan diriku sendiri pada sebuah hal yang seharusnya aku jalani dengan SERIUS yaitu Cinta.

 sampai aku tidak menyadari bahwa di dekat ku dan setiap hari aku temui, ada seseorang yang dengan Diam nya menunggu ku menyambut Perasannya.

Dia. Yang sekarang ini... berada jauh disana, yang dengan segala kemampuannya berusaha untuk menjaga Rasa ini, dan mencoba untuk menemui ku, Kembali....

Bersambung....


Baca selengkapnya

Minggu, 23 Maret 2014

Our Distance ( Part 4 )



"Kamu tau kesalahan mu kan?"
"Iya pak.."
"Yaudah mau berapa kali?"
"Lima kali aja ya pak?"
"Okee yaudah,sepuluh kali"
Seperti itu lah percakapan ku di suatu pagi dengan guru yang mempergoki ku tidak mengenakan hal yang bernama,"Helm" saat masuk ke gerbang sekolah. Ya lumayang itung-itung olahraga kan bisa push up walaupun sedikit terpaksa.

Pagi yang indah seperti biasa, teman-teman seperti biasa, makanan-makanan seperti biasa, tapi kalo soal pelajaran aku belum bisa membiasakannya. Entah kapan hubungan ini di mulai, entah kapan aku bertemu dengannya, entah kapan kita berkenalan, bahkan aku lupa pertama kali sms dan mendapatkan nomor hape nya, tapi semoga ini pertanda yang baik. "wahh ke Bali ya?" , "iya dong" juli,gede dan teman-teman sekelasku yang memilih study tour ke Bali, dan engkau pun terselip di antara mereka. Aku lupa sejak kapan kita mulai sms dan dekat, tapi aku tidak pernah lupa kamu memberikan gantungan kunci persegi empat bertuliskan Sersan(serius tapi santai) dan sebuah kaos bertulis kan I love You...wait I Love Bali ternyata. Pamula, iya dia, memberikan itu padaku dan teman-temannya yang lain, mungkin ini tanpa kita sadari menjadi awal dari hubungan kita. Jujur saja aku lupa bukan melupan apa yang dulu terjadi tapi karena benar-benar lupa bagaimana dulu kita berhubungan. Seingat ku engkau pintar, aku bodoh, engkau rajin, aku malas, engkau duduk depan, aku duduk di belakan setiap hari di kelas, tetapi aku mulai tertarik padamu karena suatu hal yang tak jelas.

"ajarin aku praktikum fisika ya?" modus ku untuk memanfaatkan mu? apa untuk tetap bisa bertemu dengan mu? Aku memang orang yang bodoh yang perlu di beri pelajaran ekstra untuk hal-hal semacam ini. Sedari awal aku merasakan ada yang berbeda dengan dirimu, ah mungkin hanya perasaan ku saja. Tetapi mengapa kita semakin dekat?," udah kalian jadian aja,buat status berpacaran di fb sono" ucap maytia,teman yang sudah aku anggap kakak ku sendiri,"ahh apa'n si teh"pamula menjawabnya,"ahh aku mau-mau aja,ayuk?" malam itu kami membuat status berpacaran di fb, aku sungguh senang,sungguh, setiap melihat mu aku merasa nyaman, tanpa kamu sadari juga aku selalu memandangi mu dari bangku terbelakang di setiap kelas. Ah tapi aku terlalu takut pada perasaan ku yang ini jika aku salah mengerti keadaan dan engkau malah memusuhiku nantinya, tetapi maytia membantu ku,”yakinin perasaan mu,kalo emang kamu suka ya ungkapin yang sebenernya”. Waduh,apa artinya ini?aku harus berbuat apa?tapi aku tersadar juga, aku harus mengungkapkan apa yang ada di dalam otak dan dada ku. Karena aku tahu semua cinta itu harus di ungkapkan, tidak ada cinta yang tidak di ungkapkan,kecuali oleh orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.

Iyaa benar, aku harus melakukannya, aku akan mengatakannya......

Baca selengkapnya

Our Distance ( Part 3 )


Hari itu hari pembagian nilai yang sudah kami buat sedemikian rupa pada semester ini. Ya seperti biasa hasil nilai ku cukup memuaskan untuk membuat teman-teman ku tertawa, entah harus senang atau sedih melihat buku rapor ku yang lumayan menggelikan dgn nilai tidak jauh dari standar. Aku bahkan lupa semester berapa itu, tetapi aku ingat kejadian setelahnya...


Pada malam sebelum hari itu, dia menelpon ku,"iya kenapa tan"jawab ku biasa."egk pa2 ko." Aku jadi teringat beberapa hari sebelumnya dia menelpon ku sambil menangis karena perpisahan dengan pasangannya yang sudah berhubungan cukup lama. Tania, iya dia, dia malam itu mencoba menembak ku?"kamu tau kn kita udah lama temenn dan itu yg membuat kita deket,aku suka sama kamu!" antara kaget dan merasakan ada hal yang aneh di dalam dirinya. Aku tidak menjawab, aku perlu berfikir dan mengamati apa yang terjadi disini. Aku tahu dia baru saja putus dari pacarnya,lalu dia langsung mengatakn itu?memangnya aku apa?pelarian cinta mu?tetapi bagaimana jika semua yang ia katakan itu benar?aku mempertimbangkan semua kesempatan dan besar presentase dari setiap kesempatan itu, tapi di lain sisi aku ingin membuatnya tersenyum bukan menangis seperti hari-hari kemarin. Mungkin aku hanya harus mencoba setiap kesempatan. "iyaa,mau kan jadi pacar ku?" ucapku setelah beberapa hari aku membisu dalam diam. Hadeh, entah kenapa aku mengucapkan itu,tapi yasudah lah aku ingin melihat orang lain bahagia karena aku dgn cara apapun.

Yahh kita pacaran layaknya sepasang pasangan yang cacat,kita gk pernah jalan bareng,telpon jarang,sms pun jarang,aneh kan?tapi yasudahlah aku ingin mencoba suatu hal,"hari ini aku jemput ya?" ucapku mengajak dia agar bisa berbarengan kesekolah,"udah gk usah" tolaknya dgn sopan, tetapi bujuk rayuku tidak sampai disitu saja dan ia akhirnya mau berangkat dengan ku, tapi seperti biasanya, yasudah hal ini tidak membuat hubungan kami lebih baik. Pernah suatu ketika aku pergi ke kelasnya karena kami tidak sekelas,"heh tan,kesini!" ucapku dari jauh,"heh sep,pacar mu sendiri ko kamu panggil gitu" tegur dessy teman ku, dan juga temannya. Aku juga tidak tahu mengapa itu terjadi, mungkin benar kita sudah tidak cocok satu sama lain dari awal. Setalah beberapa malam terlewat, aku memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sesungguhnya sudah lama aku simpan di otak bodoh ku,"kita putus aja ya,kita bener-bener gk cocok" telpon ku ke dia dengan nada rendah,"iyaa aku tau, maaf juga karena kemaren kamu jadi pelampiasan sakit ku" kan benar,aku tahu itu,dia hanya lari dari rasa sakitnya,aku malah senang mendengarnya. Tanpa ada tangisan, dia merasa lebih baik setelah putus dengan ku, aku bangga karena telah mengembalikan keceriaannya yang sempat hilang, biar lah aku terlihat bodoh agar seseorang tidak menangis, jujur.

Tidak sampai dua bulan kami berstatus pacar, dan kembali berstatus teman yang kami mulai dari kelas 1 sekolah menengah pertama. Lagian aku dapat menemukan satu makna tersembunyi dalam hal ini, buat lah orang tertawa selagi kamu disampingnya, ketika suatu saat dia melihat mu kembali,dia pasti berkata,"dia yang orang bisa membuat ku tertawa disaat aku jatuh"


Baca selengkapnya